Klasterisasi Spasial Frekuensi VHF dan Pemetaan Risiko Interferensi pada 219 Bandara Indonesia menggunakan PCA–FASTCLUS

Main Article Content

Ariyono Setiawan
Imam Sonhaji
Choo Wou Onn
Catra Indra Cahyadi
Yuyun Suprapto
Novyanto Widadi

Abstract

Penelitian ini menelaah bagaimana klasterisasi spektrum VHF dapat mengurangi potensi interferensi antarbandara di ruang udara Indonesia yang padat. Berlandaskan konsep interaksi spasial dan risiko spectrum sharing, kedekatan geografis antarbandara dan jarak frekuensi (Δf) dikaitkan dengan probabilitas terjadinya interferensi, serta memosisikan klasterisasi sebagai prasyarat koordinasi berbasis data. Data multi-layanan VHF dari 219 bandara dinormalisasikan dan dianalisis, Menggunakan Principal Component Analysis (PCA) untuk mempertahankan komponen yang menjelaskan ≥70% variasi, Selanjutnya, algoritma FASTCLUS digunakan untuk membentuk kelompok yang koheren secara spasial. Pasangan bandara yang berpotensi berisiko diidentifikasi dengan kriteria jarak <50 km dan Δf <0,2 MHz (uji kepekaan: 0,3 MHz). Hasil analisis menunjukkan terdapat 37 pasangan bandara memenuhi kedua kriteria tersebut; pola yang teridentifikasi menunjukkan adanya kantong kepadatan dengan penyempitan adjacent-channel spacing yang mengindikasikan kemungkinan inertia kebijakan dalam pengelolaan spektrum (spectrum housekeeping). Berdasarkan temuan tersebut, disusun daftar prioritas watchlist berperingkat untuk AirNav/Kominfo guna memandu penataan ulang kanal dan koordinasi lintas wilayah, mendukung SDG 9 dan SDG 16. Pendekatan yang digunakan mengintegrasikan PCA–FASTCLUS dengan skrining Δf–jarak menjadi pipeline praktis, replikabel, dan siap regulator.

Downloads

Download data is not yet available.

Article Details

Section

Article

References

[1] D. Setiadi, M. Rahman, T. Hidayat, and Y. Kusnadi, “Spatial Modeling of Airspace Communication Zones Using Cluster Analytics,” Journal of Air Transport Management, vol. 98, p. 102123, 2021.

[2] A. Rachman, “Evaluasi Sistem Komunikasi Navigasi Udara Indonesia,” Jurnal Transportasi Udara, vol. 18, no. 2, pp. 144–156, 2022.

[3] ICAO, Manual on VHF Spectrum Planning, Doc 9718, 2022.

[4] H. Widodo, D. Wahyuni, and T. Susanto, “Pengelolaan Spektrum Radio Nasional,” Jurnal Kominfo, vol. 15, no. 1, pp. 55–67, 2023.

[5] F. Mahendra and A. Surya, “VHF Frequency Conflict at Regional Airports,” Transport Policy, vol. 121, pp. 93–102, 2022.

[6] B. Yuwono, “Risiko Interferensi Frekuensi Bandara Perintis,” Jurnal Kelaikan Udara, vol. 10, no. 1, pp. 23–32, 2021.

[7] M. Syamsul, L. Febrianti, and H. Prakoso, “Inventarisasi Komunikasi VHF Nasional,” Jurnal Navigasi Dirgantara, vol. 7, no. 1, pp. 33–45, 2022.

[8] N. Wahyuni, “Kajian Distribusi Frekuensi Bandara Sumatera,” Jurnal Teknologi Transportasi, vol. 11, no. 2, pp. 67–74, 2020.

[9] Y. Liu, S. Zhang, and H. Cao, “Channel Planning for European ATC,” IEEE Access, vol. 9, pp. 48844–48857, 2021.

[10] T. Park, S. Lee, and J. Kim, “AI-Driven Optimization of VHF,” Aerospace Systems, vol. 6, no. 4, pp. 281–294, 2022.

[11] R. Prakoso and S. Darmayanti, “FASTCLUS untuk Segmentasi Spasial,” Jurnal Teknologi Informasi, vol. 21, no. 2, pp. 77–89, 2022.

[12] J. Zhang and C. Lee, “Bandwidth Allocation for Aviation,” Journal of Communications and Networks, vol. 23, no. 6, pp. 456–464, 2021.

[13] M. Kurniawan, T. Handoko, and R. Astuti, “Distribusi Navigasi Udara Indonesia,” Jurnal Penelitian Transportasi Udara, vol. 20, no. 1, pp. 12–25, 2023.

[14] B. Suryanto and H. Idris, “Cluster-based Allocation of Aviation Resources: A Data Normalization Perspective,” Journal of Transport Geography, vol. 94, p. 103108, 2021.

[15] A. Latief and B. Widjaja, “Mapping Airport Communication Load Using Multivariate Clustering,” Procedia Computer Science, vol. 198, pp. 334–340, 2022.

[16] R. Sugiyanto and D. Febrianto, “Data-Driven Regulation on Frequency Use,” Indonesian Journal of Aviation Policy, vol. 7, no. 1, pp. 21–35, 2024.

[17] H. Santosa, “Pemetaan Infrastruktur Frekuensi Nasional,” Jurnal Telekomunikasi, vol. 18, no. 1, pp. 45–52, 2021.

[18] Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Data Statistik Frekuensi Bandara Indonesia, Jakarta: Pusdatin, 2024.

[19] SAS Institute Inc., SAS/STAT 15.2 User’s Guide: The FASTCLUS Procedure, Cary, NC: SAS Institute, 2022.

[20] K. Rizky and I. Anwar, “Perencanaan Alokasi Saluran VHF,” Jurnal Teknologi Dirgantara, vol. 13, no. 2, pp. 111–120, 2022.

[21] N. Nguyen, P. H. Truong, and T. Nguyen, “Regional VHF Channel Reconfiguration in ASEAN,” Telecommunications Policy, vol. 45, no. 9, p. 102186, 2021.

[22] M. Al-Tamimi and I. Elmasry, “Radio Interference Management,” Wireless Personal Communications, vol. 114, no. 2, pp. 981–1003, 2020.

[23] T. Park, S. Lee, and J. Kim, “AI-Driven Optimization of VHF Communications,” Aerospace Systems, vol. 6, no. 4, pp. 281–294, 2022.

[24] J. Zhang and C. Lee, “Bandwidth Allocation for Aviation,” Journal of Communications and Networks, vol. 23, no. 6, pp. 456–464, 2021.

[25] M. Kurniawan, T. Handoko, and R. Astuti, “Distribusi Navigasi Udara Indonesia,” Jurnal Penelitian Transportasi Udara, vol. 20, no. 1, pp. 12–25, 2023.

[26] R. Sutanto, A. Hakim, and D. Lesmana, “Mapping of VHF Usage in Greater Jakarta,” Journal of Airspace Control, vol. 12, no. 2, pp. 91–104, 2021.

[27] D. Wijaya, R. F. Nugraha, and S. Andini, “Voice Channel Assignment Optimization,” International Journal of Avionics, vol. 11, no. 1, pp. 31–45, 2022.

[28] ICAO, Frequency Management Manual Part II: VHF Frequency Planning, Montreal: International Civil Aviation Organization, 2020.

[29] L. Widjaya, B. Andrianto, and S. Nurhayati, “Spasialisasi Bandara dan Kanal Komunikasi,” Jurnal Riset Transportasi, vol. 7, no. 1, pp. 55–70, 2024.

[30] P. Kusuma and I. Harsono, “Model Prediksi Gangguan Spektrum,” Jurnal Informatika Aviasi, vol. 9, no. 1, pp. 18–27, 2023.

[31] Y. Ardiansyah, “Simulasi Distribusi Kanal Navigasi,” Jurnal Teknologi Dirgantara, vol. 14, no. 3, pp. 75–88, 2021.